Puisiku

Aku tersenyum, tertawa,
bukan karena bahagia
bukan karena senang
tapi semua karena kesedihanku padamu
sesungguhya hatiku menangis
hatiku menjerit, pedih…..
Namun jika kau lihat
betapa sedihnya hati ini
apakah kau peduli akan semua itu..??
kaupun bisa saja tertawa terbahak bahak
atau mungkin kau sedang tertawakan aku…!
Seandainya kau tau segala yang terjadi
semua hanya ingin kita pergi
dan jangan salahkan siapa siapa
karena semua kitalah yang salah
Kitalah yang tak bisa memahami takdir
Namun Apapun yang terucap
Apapun yang terjadi
Aku kan selalu menyayangimu setulus hatiku

Mungkin hari ini aku masih merasakan kecupan bibirmu
Mungkin esok itu tak bisa lagi
karena aku bukanlah orang yang kau cintai
hanya ada hatiku dan dirimu
kau bisa saja pergi sesuka hatimu
kau bisa saja tinggalkan aku kapanpun itu
Tetapi ku akui aku tak bisa kehilangan dirimu
karena apa yang ada di hatiku
hanya ada kasih sayangku padamu
bukan hanya cerita
mungkin sulit untuk ku gambarkan dengan kata
karena aku hanya bisa tersenyum Melihatmu

ketika aku bersamamu
kita hanya dapat berpegang erat jemari
namun saat ku jauh darimu….
bayangmu selalu hinggap dalam ingatanku
hatiku tak mampu melihat seperti mata ini
hatiku hanya berkata bahwa kau selalu ada di hadapanku
melihat, memandang, apa yang ada di hati ini
namun aku ingin menatap dunia
bersamamu dengan Harapan dan Cita-cita
cobalah kau menangis agar kau tau apa arti stetes airmata
memberikan kita pada ketulusan jiwa
yang kini selalu membuka hati
untuk saling menyayangi

kini kembali, aku duduk berteman sepi. Kau telah pergi saat kau langkahkan kaki dan menjauh perlahan hatiku menangis dan memanggil namamu Hentikanlah langkahmu, ku ingin kau kembali Berlalri dan memlukku

Untukmu yang selalu menjadi dambaan hatiku
untukmu, kan kubiarkan bayangmu bersemi dalam hati ini
kau yang bertahta menguasai sepinya hidupku
tak bisa lepas dari sisi bayangmu
melihatmu, tersenyum, terlintas kulihat
ada keindahan yang bersinar dari pandanganmu
Kau mengetuk hatiku dengan kelembutanmu
Hingga aku tak berdaya lagi untuk berpaling darimu
Kini terlanjur sudah aku menyayangimu
karena kau yang selalu bisa menenangkan hatiku
karena kau yang bisa menenangkan jiwaku

Sahabat, bilakah saat ini kita masih bersama
Mungkin Hari esok itu telah tiada
kau, aku, dan dia,
kita semua saling membutuhkan
berbagi, bercanda,tertawa
entah apa yang saat itu kita tertawakan
namun hari ini hanya ada aku dan kesedihan
Semula tak pernah terpikirkan oleh kita
Bahwa apa Yang kita sukai, apa yang kita cintai
Dan apa yang kita sayangi.
mungkin semua haruskah kita sadari…!
Mengapa semua harus Pergi..!
Mengapa Di dunia Tak ada yg abadi…!
Mungkin Kita kan selalu Bertanya….
Pada Kerinduan
Pada sesedhian
Yang kini menjadi esak tangis
menetesakan butiran airmata

Saat malam datang dengan kegelapan
Namun malampun semakin Sunyi & pekat
hati yang Merindu gunda dan hampa
Memeluk sepinya waktu…
Aku Termenung Dibalik KebisuanKu

 

kini aku kembali
mengejar mimpi dan pengharapan
Yang selalu membayangi di setiap langkahku
mencari kebahagiaan dalam cita-citaku
Meleburkan rasa Rindu
yang selama ini terantai dalam ruang sepi.
hati yang serasa hancur, bibir yang membisu,
jiwa yang seakan mati,
kini semua tersenyum kembali

Ketika Hari-hari kulalui bersama sunyinya waktu
Selalu kunikmati dengan langkahku yang sepi
tanpa terpikir akan rasa jenuh yang terlintas di benakku
hidupku serasa bebas dan lepas bagai sayap2 menggelepar di udara
Tanpa Cinta, Tanpa wanita, Tanpa kasih Sayang
Hanya ada Aku dan Diriku
dan suara denting music yang mendayuh dan meryuh di telingaku
menghiburku dalam ruang yang peka
membisikan hati dan menikamti kesendirianku
Walau Sepi ini terkadang mengguah jiwaku ingin meronta
dan berteriak di hamparan malam yang pekat
Aku tersipu lelah dan terlelap di persimpangan malam
kau yang selalu terpikirkan olehKu
biarlah aku bersandar dalam khayalKu
walau sepi selalu menghadirkan bayangMu

Tinggalkan komentar